Minggu, 19 Maret 2017

Takjub dengan Alquran, Profesor Amerika Peluk Islam

Ternyata, Alquran memberikan jawaban atas semua pertanyaan yang menghantuinya sejak kecil. Alquran menjelaskan dengan sangat jelas tentang fakta penguasa alam semesta.

Dream - Profesor James D. Frankel mengisahkan tentang perjalanannya mendapatkan hidayah. Profesor mata kuliah Perbandingan Agama di University of Hawaii, lahir di New York, Amerika Serikat pada 1969.
Sejak kecil, James dibesarkan dalam keluarga Yahudi yang sekuler. Namun sejak berusia 13 tahun, James memilih untuk menjadi komunis setelah ia membaca buku Karl Marx.
James pernah punya teman yang berasal dari Pakistan bernama Mansour. Sahabatnya itu memberinya Alquran dan menyuruhnya membaca. Mungkin inilah saat pertama kali James bertemu seorang muslim.
" Aku tidak ingin kau masuk neraka," kenang James menirukan ucapan Mansour dikutip Dream.co.id dari OnIslam.net, Kamis 19 Maret 2015.
Tentu saja, saat itu James tidak percaya sama sekali tentang neraka. Namun, ia menghormati Mansour dengan mengambil Alquran itu dan menyimpannya di rak buku di rumahnya.
Beberapa tahun kemudian, James kuliah di Washington. Dia juga mulai meninggalkan pikiran komunisnya dan mempertanyakan tentang makna hidup yang menghantuinya sejak kecil.
James sering bertanya dalam hati 'untuk apa manusia dilahirkan, ke mana setelah mati dan mengapa manusia menderita'.
Suatu hari ia mendapat kabar neneknya meninggal dunia. James sangat sedih dan dia pun terbang ke New York untuk menghadiri pemakamannya.
Saat itulah James punya kesempatan bertanya tentang makna hidup pada seorang Rabbi. Namun dia tidak mendapat jawaban sama sekali.
James mulai mencari Tuhan dan jawaban dari semua pertanyaan yang menghantuinya sejak kecil. Ia kemudian kembali ke New York sebelum semester baru dimulai. Suatu hari, James berjalan-jalan di Times Square yang sangat berbeda dari saat ini.
" Saat itu, di sana Anda bisa menemukan banyak pengkhotbah dari berbagai macam aliran agama," kata James.
James suka mengobrol dengan salah satu dari mereka tentang agama, tentunya dengan sikap skeptis.
Dia melihat ada sekelompok pria kulit hitam yang memakai jubah sedang berdoa. James pun menghampiri mereka untuk bertanya tentang ritual yang sedang dilakukan.
Namun salah seorang dari mereka mengatakan James tidak boleh bergabung karena dia adalah setan.
Menurut pengkhotbah kelompok itu, semua kulit putih adalah setan. Namun James berargumen jika memang dia setan, kenapa selalu ingin tahu tentang Tuhan.
Sesampai di rumah, James teringat dengan Alquran yang diberikan sahabatnya, Mansour enam tahun lalu. Dia segera membuka dan membaca Alquran tersebut. James tidak menemukan indikasi ayat yang menyatakan ia adalah setan atau orang kulit putih lain adalah setan.
Dia terus membaca hingga tertidur dan membaca lagi saat dia terbangun keesokan harinya.
Ternyata, Alquran memberikan jawaban atas semua pertanyaan yang menghantuinya sejak kecil. Alquran menjelaskan dengan sangat jelas tentang fakta penguasa alam semesta. James merasa seolah-olah penulis kitab tersebut berbicara langsung kepadanya.
" Saya belum pernah merasakan sesuatu seperti ini. Saya tanpa sadar menangis saat membacanya. Bulu kuduk saya kadang merinding dibuatnya. Saat itu saya benar-benar seperti sedang membaca tulisan Tuhan," kata James.
Pada Januari 1990, James bertemu dengan teman-teman SMA untuk reuni. Mereka berkumpul sambil membicarakan kegiatan masing-masing.
Kemudian, seorang teman bertanya pada James tentang keyakinannya. James menjawab bahwa dia sekarang telah percaya Tuhan. Selama ini, teman-teman James tahu bahwa dia adalah seorang komunis.
Teman James itu kemudian menanyakan Tuhan yang mana. James menjawab hanya ada satu Tuhan di dunia ini. James menjelaskan bahwa di dalam Alquran yang dipelajarinya disebutkan bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Mendengar penuturan tersebut, Mansour langsung memberitahu bahwa James telah menjadi Muslim.
Awalnya James tertawa karena dia menganggap Mansour lah yang muslim sedangkan dia hanya orang yang percaya pada satu Tuhan.
Namun James diberitahu jika sudah mengakui tidak ada yang patut disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya berarti dia muslim. James pun kaget.
Selama enam atau delapan bulan pertama kehidupannya sebagai seorang muslim yang baru, dia melakukan semuanya dengah hanya berbekal panduan Alquran dan buku-buku yang diberikan Mansour.

Cerita dan Alasan Muhammad Ali Masuk Islam


Cerita dan Alasan Muhammad Ali Masuk Islam  
Muhammad Ali saat bertemu dengan penggemarnya di Kinshasa, Zaire, Sept. 17, 1974. Ali dilarikan ke rumah sakit di Phoenix pada 2 Juni karena mengalami masalah pernapasan. AP
TEMPO.COJakarta - Dicuplik dari liputan panjang majalah Tempo edisi 1 Agustus 1992.

"Ibuku seorang Baptis, dan ketika saya besar, ia mengajari segala yang ia ketahui tentang Tuhan. Setiap Minggu, ia mendandani saya, dan membawa saya dan abang saya ke gereja. Ia mengajari kami hal-hal yang dianggapnya benar. Ia mengajari kami supaya mencintai sesama dan memperlakukan siapa pun dengan baik. Ia mengajari kami bahwa berprasangka dan membenci itu salah. Ketika saya beralih agama, Tuhan ibuku tetap Tuhan saya hanya menyebutnya dengan nama yang lain. Dan pandangan tentang ibu saya tetap seperti yang saya katakan jauh sebelumnya. Dia baik, gemuk, perempuan menawan yang suka memasak, makan, menjahit, dan senang berada bersama keluarga. Ia tidak minum, merokok, dan mencampuri urusan orang, atau menggangu siapa pun. Tak seorang pun lebih baik kepadaku sepanjang hidupku, kecuali dia."

***

Sejak awal kariernya, Cassius Clay, yang kemudian mengubah namanya menjadi Muhammad Ali itu, dianggap oleh banyak orang sebagai "pemuda kulit berwarna yang baik". Dan bila kemudian ia dikenal sebagai si "mulut besar", Clay mempunyai alasannya sendiri. "Di mana saya akan berada minggu depan," katanya suatu ketika pada wartawan, "jika saya tidak tahu bagaimana caranya berteriak dan membuat publik menaruh perhatian pada saya? Saya mungkin masih miskin, dan terpuruk di rumah, mengelap jendela atau tangga berjalan dan sebentar-sebentar berkata, yes suh, no suh -- yes sir, no sir. Tapi kini saya menjadi salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia. Pikirkan itu. Pemuda kulit berwarna dari Selatan menghasilkan satu juta dolar."



Cassius Clay adalah seorang kulit berwarna yang membuat kulit putih Amerika merasa nyaman. Sindikat yang mendukung petinju ini semua kulit putih. Kemudian, untuk pertama kalinya, di markas Clay seorang kulit hitam "jenis lain" muncul ke permukaan. Tanda-tanda munculnya "persoalan" pertama kali terjadi pada September 1963. Yaitu ketika harian Philadelphia melaporkan bahwa Clay menghadiri rapat akbar yang diselenggarakan oleh Black Muslims di Philadelphia: "Clay tampak di tengah kerumunan sekitar lima ribu orang yang tengah mendengarkan Elijah Muhammad, pemimpin Nation of Islam, yang selama tiga jam memaki-maki ras putih dan memopulerkan pemimpin-pemimpin Negro. Clay, yang datang ke situ dari Louisville, Kentucky, ada di antara mereka yang mendukung Elijah Muhammad sebagai pemimpin muslim kulit hitam di negeri itu dan di seluruh dunia yang berniat membentuk barisan tangguh untuk menentang kulit putih. Meskipun Clay waktu itu mengaku bukan seorang muslim, ia mengatakan Muhammad seorang yang hebat."

Laporan Philadelphia meluas tanpa begitu menarik perhatian. Ketika itu Clay belum menandatangani kontrak untuk bertarung dengan Sonny Liston, dan Nation of Islam, nama asli Black Muslims, masih belum terkenal. Kemudian, pada 21 Januari 1964, Clay meninggalkan kamp latihan dan pergi dari Pantai Miami ke New York. Waktu itulah kontrak merebut kejuaraan ditandatangani.

Pertarungan sudah dekat, dan Clay kini bukan sekadar menghadiri rapat-rapat kelompok muslim itu, tapi juga berpidato. Malcolm X mendampinginya. Sampai-sampai surat kabar New York Herald Tribune menulis: "Petinju muda urakan yang merayakan ulang tahun ke-22-nya pekan lalu barangkali bukan pembawa kartu anggota masyarakat muslim. Namun, tak disangsikan, ia bersimpati pada tujuan masyarakat muslim, dan dengan kehadirannya di pertemuan itu ia memberikan gengsi pada kelompok itu. Dialah kulit hitam yang terkenal secara nasional pertama yang mengambil bagian aktif dalam gerakan Islam. Namun, ia belum mengumumkan secara resmi dukungannya pada kelompok Islam. Ia mungkin tidak akan membicarakan topik itu secara terbuka. Ia berbicara tentang pukulan-pukulannya, kecepatannya, penampilannya yang baik, tapi ia bungkam tentang gerakan itu."

Cerita itu menghangat. Dua pekan kemudian, berkala Louisville Courier-Journal melansir wawancara dengan Clay tentang kunjungannya ke New York. "Tentu saja saya bicara dengan kelompok Islam," katanya mengaku. "Dan saya akan kembali lagi. Saya menyukai orang-orang Islam. Saya tidak akan mati-matian memaksa diri saya masuk dalam suatu kelompok bila mereka tidak menghendaki saya. Saya menyukai hidup saya. Integrasi itu salah. Masyarakat kulit putih tidak menginginkan persatuan. Saya tidak percaya hal itu bisa dipaksakan, demikian juga orang-orang Islam. Jadi, apa yang salah dengan kelompok Islam?"

Pada tanggal 7 Februari 1964, 18 hari sebelum pertarungannya dengan sang juara kelas berat Sonny Liston, artikel di Miami Herald mengutip ucapan ayah Clay, Cassius Clay Sr.: "Anak saya bergabung dengan Black Muslims."


Dan inilah pengakuan Muhammad Ali sendiri: "Saya mendengar perihal tentang Elijah Muhammad pertama kali di Turnamen Golden Gloves di Chicago (1959). Kemudian, sebelum saya berangkat ke Olimpiade, saya melihat koran yang diterbitkan oleh Nation of Islam, Muhammad Speaks. Saya tidak begitu memperhatikannya, meskipun banyak hal mampir di benak saya.

Ketika saya dewasa, pemuda kulit hitam bernama Emmett Till dibunuh di Mississippi karena menyuiti seorang wanita kulit putih. Emmet seumur dengan saya. Mereka menangkap para pembunuhnya, tapi tidak diapa-apakan. Kejadian seperti ini berulang terus. Dan dalam hidupku, ada tempat-tempat di mana saya tidak bisa masuk, tempat-tempat di mana saya tidak bisa makan. Saya memenangi medali untuk Amerika Serikat di olimpiade, dan ketika saya pulang ke Louisville, toh saya tetap diperlakukan sebagai Negro. Sejumlah restoran tak mau melayani saya. Beberapa orang tetap memanggil saya boy.

Kemudian di Miami (pada tahun 1961), ketika saya latihan, saya bertemu dengan pengikut Elijah Muhammad bernama Kapten Sam. Ia mengundang saya ke pertemuan, dan setelah itu hidup saya berubah. Selama tiga tahun, sampai saya bertarung melawan Sonny Liston, saya sering menyelinap ke pertemuan Nation of Islam lewat pintu belakang. Saya tak mau orang tahu bahwa saya di sana. Saya takut bila mereka tahu. Bisa-bisa saya tak diizinkan bertarung untuk merebut gelar juara. Belakangan saya belajar berani berdiri di atas keyakinan saya sendiri.

Waktu itu keyakinan saya telah berubah. Saya tidak percaya pada Tuan Yakub dan pesawat ruang angkasa lagi. Nurani dan jiwa tidak berwarna. Saya tahu itu juga. Elijah Muhammad orang baik, meskipun ia bukan utusan Tuhan, kami anggap ia seorang utusan. Jika kamu lihat persoalan kelompok kami saat itu, kebanyakan dari kami tidak punya rasa percaya diri. Kami tidak punya bank dan toko. Kami tidak punya apa-apa meski telah tinggal di Amerika ratusan tahun. Elijah mencoba mengangkat kami dari got.

Ia mengajari orang berpakaian yang pantas, hingga tidak kelihatan seperti pelacur atau germo. Ia mengajari cara makan yang baik, dan bagaimana menjauhi alkohol dan obat bius. Saya rasa ia salah ketika bicara tentang iblis putih, tapi sebagian yang dilakukannya membuat kami merasa nyaman sebagai kulit hitam. Jadi, saya tak menyesali yang saya yakini sekarang ini. Saya lebih bijaksana kini, tapi juga banyak orang lain." 
Selama tahun 1961, Kapten Sam Saxon menjadi pemain tetap di tempat latihan Fifth Street. Ia tampak mendampingi Clay dalam perjalanan ke luar kota. Kemudian, awal tahun 1962, Jeremiah Shabazz menyediakan koki muslim untuk memastikan bahwa makanan si petinju sesuai dengan aturan makan Nation of Islam. Di penghujung tahun itu, tanpa diketahui oleh pers, untuk pertama kalinya Clay pergi dari Miami ke Detroit untuk mendengarkan pidato Elijah Muhammad dalam sebuah pertemuan massa. Perjalanan itu bertambah penting karena di Detroit Clay bertemu dengan Malcolm X.

***

Sebelum 25 Februari 1964, tampaknya hampir segala yang dilakukan Cassius Clay sesuai dengan konteks membangun nilai-nilai kulit putih. Ia bukan kulit putih, tapi ia "yang terbaik setelah itu". Tinggi, ganteng, jenaka, menarik: seorang pemuda baik-baik yang punya ambisi kuat dalam hidupnya untuk menjadi orang kaya dan juara tinju kelas berat dunia. Beberapa orang menduga jika Clay melihat wajahnya sendiri di kaca ia akan bergumam "I'm so pretty," seperti syair permulaan sebuah lagu yang temanya adalah "hitam itu indah". Memang, pada awal Maret 1963, majalah Ebony menyatakan bahwa "Cassius Marcellus Clay adalah sebuah ledakan kebanggaan rasial. Dia adalah kebanggaan itu sendiri yang tak pernah mengenakan topeng kulit yang diputihkan dan rambut palsu. Kebanggaan yang hangus oleh kenangan berjuta anak-anak berwarna."

Namun, Ebony adalah majalah orang kulit hitam dengan pembaca terbatas, dan pendapatnya segera tenggelam dari cakrawala Amerika. Bagi orang Amerika kulit putih, Clay bagaikan mainan yang agaknya bisa diapkir segera setelah nilai hiburannya memudar. Tapi kemudian persoalan mulai menjadi rumit. Suatu pagi, setelah kemenangannya melawan Sonny Liston, juara baru itu muncul di konperensi pers di pantai Miami.

Ya, ia gembira menjadi juara kelas berat. Tapi tidak, ia tidak terkejut muncul sebagai pemenang. Ia mencundangi Liston semata karena ia petinju yang lebih baik. Untuk pertama kali dalam sejarahnya sebagai petinju, suaranya melunak. "Saya akan berterus terang," katanya pada pendengarnya. "Yang harus saya lakukan adalah menjadi seorang lelaki baik yang bersih." Kemudian muncul pertanyaan ini: "Apakah Anda pemegang kartu anggota Black Muslims?"

"Pemegang kartu? Apa maksudnya?" sahut Clay. "Saya percaya pada Allah dan perdamaian. Saya tidak mencoba melangkah masuk ke rumah tetangga yang kulit putih. Saya tidak ingin kawin dengan wanita kulit putih. Saya dibaptis ketika berumur 12 tahun, tapi saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Saya bukan Kristen lagi. Saya tahu ke mana tujuan saya, dan saya tahu kebenaran, dan saya tidak harus menjadi seperti yang kalian inginkan. Saya bebas melakukan yang saya kehendaki."

Pernyataan tegas itu sempat membuat orang bungkam. Tapi tampaknya pernyataan itu masih meragukan bagi sementara orang. Maka, pagi berikutnya, di pertemuan pers kedua, Clay berpidato, berusaha menghilangkan keraguan itu: "Sebutan Black Muslims itu datang dari pers. Itu bukan nama yang sah. Nama yang betul adalah Islam. Islam artinya damai. Islam adalah agama, dan 750 juta orang pemeluknya di seluruh dunia. Saya adalah salah satu di antara mereka. Saya bukan seorang Kristen. Saya tidak bisa menjadi Kristen, jika melihat semua orang kulit berwarna yang berjuang untuk menggalang persatuan akhirnya hancur lebur.

Mereka dilempari batu dan digigiti anjing. Gereja mereka diledakkan, dan pelakunya tidak pernah ditemukan. Saya ditelepon setiap hari. Mereka menginginkan saya memberi isyarat. Mereka menginginkan saya masuk ke garis depan. Mereka mengatakan supaya saya mengawini perempuan kulit putih untuk menggalang persaudaraan. Saya tak mau dihancurkan. Saya tak mau hanyut dalam selokan kotor.

Saya hanya ingin bahagia menurut cara saya sendiri. Orang mencap kami sebagai kelompok yang dibenci. Mereka mengatakan kami mau mengambil alih negeri. Mereka mengatakan kami komunis. Itu tidak betul. Pengikut-pengikut Allah adalah orang terbaik di dunia. Mereka tidak membawa-bawa pisau. Mereka tidak memikul senjata. Mereka salat lima kali sehari. Wanita-wanitanya berpakaian yang menutup sampai menyapu lantai dan mereka tidak berzinah. Yang mereka inginkan hanya hidup dalam damai."




























https://m.tempo.co/read/news/2016/06/04/104776824/cerita-dan-alasan-muhammad-ali-masuk-islam

Sejarah Lengkap EL Clasico dan Head To Head kedua tim

Dunia Real Madrid - Ela Clasico dalam bahasa disebut Inggris The Classic dan dalam bahasa Indonesia berarti klasik adalah derby yang mempertemukan dua klub raksasa Spanyol yaitu Real Madrid dan FC Barcelona menurut situs wikipedia El Clasico edisi pertama terjadi pada 17 Februari 1929 dimana tim tamu Real Madrid unggul tipis 1-2.

Namun pada beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa El Clasico pertama kali berlangsung pada sebuah turnamen mini yang diselenggarakan untuk memperingati penobatan Raja Alfonso XII pada tahun 1902. Dimana pada saat itu cerita - cerita politik yang berpengaruh sangat kuat

Cerita politik ini diteruskan oleh seorang Pemimpin Spanyol Francisco Franco pada tahun 1934. Franaco adalah diktator fasis yang merebut kekuasaan di Spanyol setelah kaum nasionalis dengan bantuan Fasis Italia mengalahkan kaum Republikan dengan bantuan komunis Uni Sovyet dalam sebuah perang saudara di Spanyol.Pada masa kepemimpinannya franco begitu menyiksa warga catalan karena warga catalan belum dengan tulus menjadi bagian dari Negara Spanyol. Barcelona yang notabenya  ibukota provinsi Catalonia menjadi tempat berkumpul bagi orang - orang Catalan dimana pada saat itu  Franco melarang penggunaan bahasa Catalan. Hal ini membuat Franco geram.Dilapangan sendiri terlihat jelas bahwa Franco lebih mendukung Madrid yang merupakan pusat peradaban dari Spanyol. 

Jadi El Clasico sendiri bukan hanya duel antara Madrid dan Barca semata namun menjadi semacam perlawanan bangsa Catalan terhadap sang Jenderal.

Tak sampai disitu rivalitas mereka terjadi dalam bursa transfer, pada tahun 1950 kedua tim bertarung untuk memperebutkan satu pemain yaitu Di Stefano. Perebutan itu sendiri dimenangkan Madrid dengan bantuan Franco dan hal itu tentu membuat publik Catalan semakin meradang. Mulai sejak itu rivalitas barcelona dan real madrid terus terjadi, baik di dalam pertandingan, maupun bursa transfer pemain. Kedua klub ini saling merebut pemain. Bahakn penduduk spanyolpun terpecah dalam hal sebagai pendukung kedua klub ini.

Bicara rekor pertemuan antara Barca dan Real Madrid tentu punya catatan yang panjang. Meski demikian, secara total Madrid masih lebih unggul dari Barcelona. Dalam 159 laga yang telah dijalani kedua tim, Madrid berhasil menang 68 kali. Sementara El Barca hanya mengoleksi 60 kemenangan, sedangkan 31 laga sisanya berakhir dengan hasil imbang. Nama-nama bintang seperti Bernd Schuster, Michael Laudrup, Luis Figo, Luis Enrique hingga Ronaldo, semuanya pernah merasakan tinggal di dua klub tersebut. Mereka merasakan kerasnya bermain di El Clasico. Figo pernah dilempar kepala babi dalam sebuah pertandingan, oleh pendukung Barcelona yang marah dengan keputusan Figo menyebrang ke Madrid dari Barcelona.


Berikut ini rekor pertemuan EL Clasico :

LA LIGA :
Real Madrid wins = 68
FC Barcelona wins = 63
 DRAW = 31
Real Madrid goals = 259
Barcelona goals = 253
Total matches = 162
SKOR TERBESAR
3 FEBRUARI 1942  Real Madrid FC VS Barcelona = 11 - 1

COPA DEL REY
Real Madrid wins = 10
 Barcelona wins = 14
DRAW = 5
Real Madrid goals=56
Barcelona goals = 59
Total matches =29
SKOR TERBEAR
semifinal 1916
1st Real Madrid FC Vs Barcelona = 6–6 
2nd Real Madrid FC Vs Barcelona = 4–2 
agrerat (10-8) kemenangan Real Madrid

Spanish Super Cup
Real Madrid wins = 5
Barcelona wins = 3
Draw = 2
Real Madrid goals= 21
 Barcelona goals = 13
Total matches = 10
Skor Terbesar
Tahun 1997-1998
FC Barcelona VsReal Madrid = 2–1 
Real Madrid Vs FC Barcelona =4–1 
Agrerat = 6-2 buat Real Madrid

Liga Champions
Real Madrid wins = 3
Barcelona wins = 2
Draw = 3
Real Madrid goals= 13
 Barcelona goals = 10
Total matches  = 8
Skor Terbesar
Semifinal 1959-1960
Real Madrid FC Vs Barcelona = 3–1
Barcelona Vs Real Madrid = 1–3 

~AW6~






































































https://www.facebook.com/notes/dunia-real-madrid/sejarah-lengkap-el-clasico-dan-head-to-head-kedua-tim/222125511191623/

PUISI "MUSIBAH "


                                                               MUSIBAH


Musibah kini menipah lagi
Melanda bumi pertiwi
Puluhan nyawa melayang akibat ini
Akibat tsunami datang lagi

                     Tragedi di pulau Mentawai
          Tragedi di kota aceh
                                                Ribuan saudaraku nyawanya pun melayang
                                                    Akibat gempa bumi akibat gelombang tsunami


Darah berserakan
Jiwapun hilang
Selamat jalan saudarakan
Damailah....
Engkau anak negriku
Tenanglah
Ciptakan jiwa perdamaian di INDONESIA ini


       

Rabu, 01 Maret 2017

CHORD GITAR YANGTERLUPAKAN IWANFALS

YANG TERLUPAKAN
Denting piano
C G
Kala jemari menari
Am G
nada merambat pelan
F C
di kesunyian malam
D F
datang rintik hujan
Fm C
bersama sebuah bayang
G Am
yang pernah terlupakan
F G C
Hati kecil berbisik
C G
untuk kembali padanya
Am G
seribu kata menggoda
F C
seribu sesal didepan mata
D F
seperti menjelma
Fm C
waktu aku tertawa
Em Am
kala memberimu dosa
F G C
maafkanlah oh maafkanlah
G C G C
maafkanlah oh maafkanlah
G C G F-G
Reff :
Rasa sesal Didasar hati
C Em
diam tak mau pergi
F G
haruskah aku lari dari
C Em
kenyataan ini
F G
pernah ku mencoba
F Fm
tuk sembunyi
C Am
namun senyumMu tetap mengikuti
F G C
MAKNA :
hati kecil berbisik untuk kembali padanya. s’ribu kata menggoda, s’ribu sesal di depan mata
Jadi kita bisa menilai lagu ini bercerita tentang seseorang lelaki yang pernah melakukan hal kepada seseorang yang pernah terlupakan itu. Dan malam ketika dia duduk termenung, hati kecilnya berbisik kepada dia untuk kembali kepada seseorang wanita (yang terlupakan) karena ada seribu godaan, dan seribu sesal.
Lanjut:
seperti menjelma, saat aku tertawa. kala memberimu dosaPada bagian ini kita bisa menyimpulkan bahwa godaan, dan sesalan menjelma menjadi tawaan. Lanjut kepada lirik: Kala memberimu dosa. Coba kalian pikir baik-baik! “Saat lelaki itu tertawa, kala lelaki itu memberi wanita itu dosa” itu berhubungan dengan apa? Tidak ada hal yang rasional selain dengan zina.
Mari kita berfikir logis, buang semua prasangka baik kalian kepada artis-artis jaman sekarang. Tapi bukannya memberi prasangka buruk kepada artis ini dan itu. Kita harus waspada dengan organisasi freemason saat ini. Dia mengatas namakan kebaikan, Dompet Amal kepada orang tak mampu, dan hal-hal yang berbau kebaikan.

Minggu, 12 Februari 2017

Arema dan Arema Fans Club PS Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 oleh H. Acub Zaenal dan Ir. Lucky Zaenal. Dari awalnya Arema klub swasta. Pada waktu Arema berdiri Liga Indonesia dibagi dua: liga untuk klub semi-profesional bernama Galatama dan Liga klub Perserikatan. Klub-klub Perserikatan tergantung pada pemerintah daerah untuk dana. Sementara klub Galatama tergantung pada sponsor swasta. Walaupun Arema belum pernah juara selama zaman Ligina, Arema juara Galatama pada tahun 1993. Pada tahun 1994 klub semi-profesional digabungkan dengan klub Perserikatan untuk menjadi Ligina.

Pada tahun 1988 yayasan Arema Fans Club (AFC) berdiri. Ketua pertamanya adalah Ir. Lucky Zaenal. Pada awalnya ada 13 korwil. Setiap korwil adalah pengurus hal suporter Arema di sebuah kampung atau daerah di Malang.

Di artikel “Aremania Junjung Sportivitas” diterbitkan di Bestari, no.156, 2001 diceritakan bahwa menurut suporter Arema, AFC itu sangat individual, yaitu berkaitan dengan hubungan antara suporter dengan suporter lain. Akibatnya AFC terhadap kesulitan mendorong kerukunan suporter. AFC pernah dianggap sebagai yayasan yang terlalu ekslusif maupun kelas menengah untuk diterima oleh kebanyakan suporter Arema.

Sekitar tahun 1994 AFC dibubarkan. Menurut Lucky Zaenal itu karena banyak kesibukan dan soal generasi. Walaupun keadaan tokoh-tokoh AFC pasti mempengaruhi keruntuhan AFC, harus ditanyakan mengapa AFC tidak diteruskan oleh kelompok atau orang baru. Mungin itu tidak terjadi karena sudah jelas bahwa AFC tidak didukung oleh suporter. Barangkali tokoh-tokoh AFC sadar pada fakta itu. Makanya mantan-tokoh AFC langsung terlibat dalam proses mengembangkan nama dan simbol yang akan mempersatukan suporter. Memang tidak semua inisiatif AFC gagal. Harus diingatkan bahwa dengan AFC mulai sistem organisasi suporter yang berdasarkan pada korwil. Korwil-korwil tidak hilang dengan kematian AFC tetapi jumlahnya bertambah. Di samping itu AFC berdiri dalam konteks keras yaitu pada waktu geng-geng pemuda Malang merupakan para suporter Arema.

Brutalisme ke Hooliganisme
Ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan suporter yang tidak sportif dan membuat kerusuhan: suporter brutal dan hooligan. Artinya dua istilah hampir sama. Perbedaan antara dua istilah itu hanya soal konteks. Istilah hooligan itu berasal di luar konteks Indonesia dan bersifat perbandingan. Istilah suporter brutal lebih sering dipakai dalam konteks Indonesia. Hooligan sama dengan suporter brutal karena yang jelas kegiatannya berdasarkan pada egoisme buruk. Seorang hooligan mau membuat kerusuhan dan kekerasan untuk membesarkan egonya. Seorang hooligan tidak ikut pertandingan untuk menikmati sepak bola tetapi untuk membuat kericuhan. Seorang Hooligan adalah musuh perkembangan sepak bola apalagi komunitas suporter murni. Akhirnya kalau memakai contoh suporter brutal Arema kelihatannya perbedaan antara dua istilah hanya soal konteks.

Suporter Arema menjadi terkenal atas brutalisme antara waktu Arema berdiri dan pertengahan tahun 1990-an. Ada kekerasan antara suporter walaupun Arema menang atau kalah. Pada waktu itu beberapa geng pemuda merupakan para suporter Arema. Setiap kampung memiliki geng sendiri. Yang berikutnya adalah daftar nama geng-geng Malang sama tempat asalnya kalau ada.

Nama Geng Tempat Asal
Aregrek Sekitar Jl. Basuki Rachmat
Arnak (Armada Nakal) Sukun
Anker (Anak Keras) Jodipan
Argom (Armada Gombal) Kidul Dalem
Arpanja (Arek Panjaitan) Betek
Fanhalen (Federasi Anak Nakal Halangan) Claket
SAS (Sarang Anak Setan)
Geng Inggris Kasin Jrot
Ermera
Saga (Sumbersari Anak Ganas)

Geng-geng ini membuat suasana menakutkan di stadion. Tempat pertandingan menjadi kesempatan untuk geng-geng tersebut membuktikan siapa yang paling keras. Persaingan keras antara geng-geng terjadi walaupun semuanya medukung Arema. Jadi semua upaya untuk membuat suporter Arema rukun dan kompak dihalangi. Tawuran terjadi antara suporter Malang dan suporter dari luar tetapi juga di antara para suporter Arema sendiri. Bentrokan tidak terjadi karena provokasi tetapi disebab oleh suasana brutalisme ditimbulkan suporter Malang. Masih diingatkan oleh suporter Arema (dengan malu) bahwa suporter Malang brutal sebelum suporter Surabaya menjadi brutal. Akhinrya, waktu antara 1987 dan pertengahan tahun 1990-an suporter Arema membuktikan bahwa mereka bisa mengimbangi egoisme Hooligan Inggris. Suporter Malang menjadi terkenal sebagai Hooligan Indonesia. Sering selama akhir 1980-an dan awal 1990-an sering ada tawuran antara suporter Surabaya dan Malang. Sayangnya persaingan keras itu antara Bonek dan suporter Arema sulit dibatasi. Di Surabaya orang dari Malang diganggu dan kendaraan yang berplat N (plat Malang) dirusak.

Sementara di Malang kendaraan yang berplat L (plat Surabaya) mengalami hal yang serupa. Pada tahun 1992 ada semacam `sweeping’ menghadapi orang yang berKTP Surabaya. Polisi terpaksa melakukan operasi untuk menghentikan aski brutal itu. Akhirnya permusuhan berkembang antara orang kedua kota Jawa Timur tersebut melainkan antara suporter saja. Lagipula Bonek nama suporter Surabaya menjadi istilah berarti hooligan Indonesia. Jadi kata bonek yaitu yang tidak pakai huruf besar artinya hooligan walaupun Bonek itu berarti suporter Surabaya. Karena persaingan keras itu sering Aremania dan Bonek dianggap sama saja. Khususnya di luar Malang banyak orang yang bersikap bahwa Aremania adalah bonek juga. Banyak orang tidak membedakan antaranya. Selama tahun-tahun itu masyarakat Malang tutup jendela dan mengunci pintu kalau ada pertandingan Arema. Sekarang suporter Arema telah benar-benar maju tetapi terhadap peringatan masyarakat yang menganggap bahwa mereka masih brutal.

Aremania muncul
Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur. Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total dalam budaya pemuda Malang yang dikatalisasikan oleh beberapa tokoh. Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru’ diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa walaupun kurang jelas dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania bisa dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-tama geng-geng mulai luntur karena soal generasi. Anggota geng walaupun masih muda selama akhir 1980-an, di pertengahan 1990-an lebih dewasa. Karena sudah lumayan tua mulai bosan dengan kegiatan geng.

Di samping itu, pada 1994 Ligina yang pertama dimulai dan PSSI mulai mendorong sepak bola Indonesia menjadi lebih profesional. Pemain asing mulai main untuk klub Indonesia. Itu termasuk upaya untuk menaikkan kualitas liga sepak bola. Pemain asing pernah main untuk Arema. Pernah ada pemain dari Afrika, Amerika Selatan, Korea Selatan dan juga Australia. Dari semua ini yang paling terkenal ada pemain dari Negara Chile bernama Rodriguez `Paco’ Rubio. Sekarang menurut suporter Malang dia semacam pahlawan sepak bola Arema. `Paco’ Rubio menembus gol lawan selama putaran Delapan Besar Ligina VI. Di samping itu, selama Ligina VII ada pemain dari Afrika namanya Frank Bob Manuel yang dengan sayang dipanggil `Bobby’ (selama Ligina VIII main untuk klub perserikatan Malang Persema). Selama Ligina VIII Jaime Rojas (mantan pemain Persema) juga berasal dari Chile masuk klub.

Dengan berupaya ke profesionalisme suporter mulai lebih tertarik pada permainan khususnya karena impor pemain luar negeri. Juga ada pemain lokal yang menjadi bintang. Misalnya Ahmad Junaedi selama Ligina VI tetapi setelah itu dia pindah ke Persebaya dan menjadi musuh suporter fanatik. Akhirnya mau kembali ke Arema dia ditolak oleh pengurus Arema. Daripada membeli Junaedi lagi mereka memilih mendidik pemain muda berasal dari Jawa Tengah bernama Johan Prasetyo. Johan Prasetyo telah menjadi bintang Aremaa. Selain Prasetyo ada Aji Santoso, pemain yang berpengalaman itu pernah main untuk timnas Indonesia. Karirnya setelah di Arema ke Persebaya dan kemudian ke PSM Makassar. Akhirnya main untuk Persema sebelum main di Arema lagi.
Dengan impor pemain asing dan perhatian pada pemain profesional orang Indonesia, yang berkembang antara para suporter Indonesia adalah minat pada sepak bola bukan fanatisme terhadap klub saja. Di artikel `Suporter Bergeser Jadi Football Minded’ diterbitkan di Jawa Pos 9 Maret 2002 perubahan sikap suporter digambarkan. Ternyata bahwa para penonton mulai memilih menonton pertandingan menurut suguhan kualitas sepak bolanya. Yaitu penonton mulai memilih pertandingan dengan lawan kualitas sepak bola tinggi. Barangkali suporter Indonesia dipengaruhi tayangan sepak bola dari luar negeri. Suporter mulai menuntut kualitas dari sepak bola Liga Indonesia.

Di samping itu perubahan suporter Malang didorong beberapa tokoh perintis Aremania. Sebenarnya munculnya generasi geng dapat dicegah karena upaya tokoh Aremania. Di artikel `Aremania Sebuah Gerakan Rakyat’ diterbitkan di Kompas, 1 April 2002 diceritakan bahwa suporter didorong oleh tokoh seperti Ovan Tobing, Lucky Zaenal, Iwan Kurniawan, Eko Subekti dan Leo Kailolo untuk menjadi suporter bersatu dan sportif. Pasti mereka sadar bahwa suporter brutal akan merugikan PS Arema, dan kalau klub Arema akan berusaha ke profesionalisme seharusnya suporter juga. Tokoh yang tersebut membantu membangun simbol klub Arema yang telah menjadi simbol suporter juga. Di artikel `Aremania junjung sportivitas’ diterbitkan di Bestari, no 156 2001 bahwa tokoh perintis ini mengusulkan Aremania dijuluki `Macan Putih’ atau `Singa Putih’ karena Arema berdiri pada 11 Agustus yang termasuk zodiak Leo. Kemudian secara spontan ada orang antaranya yang teriak `edan’. Mungkin itu mucul dari bagian belakang istilah Aremania yaitu `mania’. Kata `mania’ berarti edan.


Dari latar belakang nama Aremania dan simbol Singo Edan semacam bahasa Malang berkembang. Kata-kata bahasa Indonesia dan bahasa Jawa terbalik merupakan bahasa Malang atau fenomena Ngalamania. Misalnya Singo Edan menjadi Ongis Nade dan Orang Malang menjadi Genaro Ngalam. Di samping itu arek-arek Malang menjadi Kera-kera Ngalam. Surat kabar Radar Malang itu Jawa Pos-nya Kera Ngalam. Sekitar pertengahan tahun 1990-an suporter Arema mulai berubah. Citra negatif terhadap suporter Arema ada sampai sekarang tetapi selama beberapa tahun yang lalu Aremania pernah diakui sebagai suporter Indonesia terbaik.

Pada waktu ribuan suporter ke Jakarta untuk putaran Delapan Besar Ligina VI Ketua Umum PSSI Agum Gumelar terkesan oleh penampilan suporter Arema di Stadion Senayan. Dia mengakui Aremania sebagai suporter kreatif, sportif dan atraktif. Di samping itu PSSI pernah mengundang Yuli Sugianto (dirigen suporter Arema) untuk mewakili suporter Indonesia. Selama Ligina VII sering diakui oleh suporter klub lain sebagai guru suporter lain. Pada Januari tahun 2001 di Tangerang, suporter mengucapkan selamat datang kepada Aremania dan sesudah ada insiden lemparan terhadap Aremania mereka mengucapkan termima kasih karena Aremania tidak terpancing oleh oknum provokator Tangerang. Pada Juli tahun itu diakui oleh suporter Solo sebagai `guru hebat’.

Lagipula kemajuan Aremania mempengaruhi keadaan di Malang. Selama waktu krismon, Malang tenang walaupun dimana-mana di Jawa telah kacau. Itu karena pemuda Malang telah merasa bersatu sebagai Aremania dan tidak ingin membuat kerusuhan di kotanya. Katanya ada suporter Solo yang mengirim sepasang bh dan celana dalam perempuan ke Aremania agar mengucapkan Aremania para penakut. Namun Aremania tidak mudah dipancing. Yang jelas dalam lingkungan suporter sepak bola telah dianggap maju dari masa dulunya. Lagipula mereka dianggap perintis suporter di Indonesia. Namun proses ini mulai lebih dari 5 tahun yang lalu dan Aremania sampai tahun 2001 berjuang untuk menghapus sisa-sisa brutalisme.

Sisa-sisa Brutalisme
Aremania tidak langsung berhasil dalam perjuangan untuk menghapus citra suporter brutal. Sampai tahun 1999 ada bentrokan antara suporter di Malang tetapi khususnya dengan Bonek. Keadaan kacau hampir tidak bisa dicegah aparat keamanan. Persaingan keras antara suporter Malang dan Surabaya terjadi selama ada kesempatan Arema melawan Persebaya. Akibatnya di Malang suporter Surabaya harus dilarang masuk Malang supaya mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Pengurus Arema pernah minta pertandingan Arema versus Persebaya diadakan di luar Malang agar tidak ada tawuran. Namun ini diprotes Aremania yang menuntut bahwa pertandingan Arema tetap milik masyarakat Malang. Namun tahun-tahun tersebut harus dibedakan dari zaman geng-geng. Mungkin tahun-tahun yang berikut kelunturan geng-geng Malang bisa dianggap sebagai waktu peralihan. Sampai tahun 2001 ada insiden yang terjadi di luar Malang. Salah satu contoh konflik antara suporter Malang dan Surabaya adalah tragedi Sidoarjo yang terjadi pada bulan Mei tahun 2001.

Tragedi Sidoarjo
Pada Ligina VII Aremania mendukung tim kesayangannya di pertandingan away. Arema melawan Gelora Putra Delta (GPD) di Sidoarjo. Soalnya tiga kelompok suporter mucul di stadion Delta: Deltamania, Aremania dan Bonek. Karena jarak antara Surabaya dan Sidoarjo jumlah sedikit suporter Surabaya datang untuk menjenkelkan suporter Arema. Tiga kelompok ini dibagi supaya tidak ada bentrokan. Aremani menempati sektor utara sementara Bonek dan Deltamania ada di tribun VIP. Pertama-tama sebelum pertandingan mulai sekitar jam 14. 15 ada lemparan batu dari luar stadion. Dua suporter Arema terluka dan Aremania menuntut bahwa tempat di luar stadion khususnya sekitar sektor utara diamankan. Di samping itu Aremania dimarahkan kabar bahwa dua mobil Aremania dirusak. Pada jam 15.10 lemparan batu antara sektor utara dan tribun timur mulai. Polisi terhadap kesulitan membatasi lemparan karena Bonek dapat sumber batu dari luar stadion.

Pada jam 16.00 pertandingan sepak bola dimulai. Pada jam 16.20 aparat keamanan megeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan lemparan. Pada menit ke-29 pertandingan harus dihentikan karena suporter masuk lapangan dan kerusuhan mulai terjadi di luar stadion. Aremania harus dievakuasi oleh aparat keamanan. Akhirnya 15 orang terluka, 7 mobil dan 2 sepeda motor dirusak. Juga stadion Delta dihancur dari aksi lemparan dan bentrokan yang berikutnya. Reaksi Aremania penuh dengan kesedihan terhadap tragedi Sidoarjo. Para suporter Arema merasa mereka salah dipersalahkan untuk tragedi Sidoarjo walaupun Bonek adalah provokator. Pak Marheis salah satu korwil Aremania yang dianggap oleh sebagian suporter sebagai tokoh yang memperbolehkan ketertiban antara korwil-korwil tidak bisa menahan tangisnya setelah insiden Sidoarjo.

Ovan Tobing seorang perintis Aremania setelah tragedi itu berpendapat bahwa tragedi di Sidoarjo merupakan pelajaran untuk PSSI. Pada waktu Arema main di Malang Aremania membawa spanduk yang protes disalah untuk kejadian di Sidoarjo. Sayangnya bahwa insiden seperti itu menegaskan citra Aremania sebagai suporter brutal karena dalam insiden itu Aremania sebetulnya di kedudukan sulit. Pertama-tama mereka dilempari dari luar stadion. Lagipula mereka terhadap Bonek yang siap dengan sumber batu dari luar stadion.











Aremania diserang di Jogja: Selain masalah Bonek ada kelompok lain yang iri pada Aremania jadi mencoba memancingnya. Pada bulan Oktober tahun 2001 Aremania diundang ke pertadingan di Jogjakarta. Di Jogja Aremania diserang. Seperti di Sidoarjo ada lemparan batu dari luar stadion. Aremania terpaksa masuk lapangan untuk menghindari lemparan dari luar stadion. Pertandingan dihentikan dan harus dimain hari berikutnya di tempat yang dirahasiakan. Slemania, para suporter Jogja pada umumnya sangat malu pada penyerangan itu. Mereka mulai menyanyi dengan gaya Aremania:

“Maaf?maaf?maaf Aremania
Maafkan kami atas kejadian ini”

Pada umumnya ada persahabatan antara Aremania dan para suporter lain tetapi kadang-kadang ada oknum kelompok yang mencoba memancing Aremania. Dan jarang Aremania terpancing dengan mudah. Selama Ligina VIII tidak ada masalah bentrokan kalau suporter lain datang ke Malang. Aremania membuktikan bahwa telah sportif. Suporter apalagi pemain saja butuh sportivitas.

Setelah kejadian seperti di Jogja Aremania janji mereka tidak akan membalas dendam kalau suporter Sleman datang ke Malang. Korwil Cilewung juga mendorong Aremania untuk tidak membalas dendam Bonek. Dia sadar bahwa kalau membalas dendam pasti tidak akan dibedakan dari Bonek. Harus diakui walaupun lama berjuang dengan sisa-sisa brutalisme Aremania telah agak berhasil dalam tugasnya.

Suporter Arema bersemangat kepada tim kesayangannya tetapi juga kepada negara Republik Indonesia. Dengan kompak suporter Arema sebelum permulaian pertandingan menyanyi lagu nasionalis `Padamu Negeri’. Lagu itu dinyanyi suporter dengan bangga. Nasionalisme merupakan salah satu aspek dasar suporter Arema.

Aremania mendukung Arema tetapi akhirnya semua maupun suporter tim lawan bersaudara. Malang aman karena persaudaraan itu. Lagipula Malang lepas daripada masalah pertentangan kesukuan atau konflik agama yang timbul di mana-mana di Indonesia. Aremania berpendapat bahwa kalau Malang bisa begitu rukun, mengapa negara Indonesia belum bisa seperti itu? Yang jelas persatuan Aremania muncul secara alami dan karena itu ada sikap positif terhadap persatuan negara Indonesia










































http://sekedar-tahu.blogspot.co.id/2010/01/sejarah-terbentuknya-aremania.html

7 SUDUT MALANG TEMPOE DULU

ilovemalang – Sudut-sudut kota malang tempo doeloe sampai sekarang tetap menyimpan sejuta pesona dan ceritanya tersendiri.
Kota malang adalah kota yang indah baik di masa lalu sampai sekarang. Mulai dari kota pendidikan, kota wisata, kota kuliner…. dan masih banyak lagi. Dibalik semua keindahannya ada cerita dari masing-masing sudut kota malang. Menyambut adanya Malang Kembali atau Malang Tempo Doeloe ilovemlg memberikan informasi spesial tentang malang di masalalu. Langsung aja yuk kita bahas…….

Alun-alun Merdeka Kota Malang

alun-alun-malang-tempo-dulu via mediacenter ilovemlg | ilovemalang
alun-alun-malang-tempo-dulu via mediacenter ilovemlg | ilovemalang
Alun-alun merdeka kota malang yang kita tahu sekarang sangat berbeda dengan jaman doeloe, baik dari fungsi dan tampilannya ker. Menurut Cerita sejak jaman kerajaan singasari alun-alun ini berfungsi bukan hanya sebagai taman biasa, namun juga menjadi halaman ibukota negara yang sakral. Di jaman kolonialisme kota malang sebagai kota administrasi membuat perkembangan dari sisi pembangunan seperti gereja, hotel, dan pemerintahan bertebaran disekitar alun-alun ini. Saat ini alun-alun merdeka adalah salah satu tempat ternyaman di kota malang untuk bersantai bersama keluarga, gimana menurut umak?

Jalan Oro-oro Dowo

oro2dowo-kayutangan via mediacenter ilovemlg | ilovemalang
oro2dowo-kayutangan via mediacenter ilovemlg | ilovemalang
Jalan ini termasuk kawasan elit untuk orang Eropa di kota malang ker….. Tepatnya pada tahun 1914 penduduk kota Malang terdiri dari tiga golongan yaitu, Pribumi, Eropa, dan Timur. Wilayah dibagi berdasarkan tiga golongan tersebut, Orang-orang Eropa penyebarannya berada di barat daya alun-alun merdeka malang. Hayo, mosok pangling karo daerah iku umak?

Stadion Gajayana Malang

malang1950-stadion-gajayana ilovemlg | ilovemalang
malang1950-stadion-gajayana ilovemlg | ilovemalang
Nawak-nawak lek gak kenal stadion iki kebacut ker. Pernah menjadi markas dua tim besar asal kota malang Persema dan Arema, Stadion ini sampai saat ini masih eksis dan semakin cantik. Dipugar beberapa kali, stadion ini menjadi saksi bisu berkembangnya kota malang dari tempo dulu ke era masa kini. Tembok e tambah ruwud ya ker?

Masjid Jami’ 

malang jami ilovemlg | ilovemalang
Ya masjid yang sekarang besar dan megah itu salah satu saksi bisu berkembangnya kota malang, dari jaman kolonialisme sampai modern. Masjid Jami’ Malang dibangun 1872-1875, sangat tua sekali tentunya di tahun ini ker…. bagaimana menurut umak?

Gereja Kayoetangan

gereja kayoetangan ilovemlg
gereja kayoetangan ilovemlg
Nama gereja ini sebetulnya adalah Gereja Katolik Hati Kudus Yesus cuma memang lebih dikenal dengan Gereja kayutangan ini memiliki nilai historical. Gereja Kayutangan ini telah menjadi saksi eksistensi umat Katolik sejak masa kolonial Belanda di Malang. Salah satunya yakni dengan kehadiran pengembara Hati Kudus Yesus (HKY) yang sudah ada sejak tahun 1987. Masih tetap sama ya ker bangunannya?

Kantor Balaikota Malang

Balaikota malang terbakar ilovemlg
Balaikota malang terbakar ilovemlg
Mungkin bukan hanya bandung yang pernah menjadi lautan api, Malang juga pernah mengalaminya. Pada tanggal 29 Juli 1947 Belanda menyerbu Malang yang dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I. Sebelum tentara Belanda memasuki kota, gedung balaikota sudah dibumihanguskan oleh para pejuang. Bukan gedung balaikota saja yang dihancurkan, gedung-gedung penting lainnya meliputi seribu bangunan turut dibakar. Baru setelah perang kemerdekaan gedung Balaikota Malang kembali dibangun. Umak kudu Bangga Karo jasa pahlawan ker…. 🙂

Alun-alun Bundar Balaikota Malang (TUGU)

peresmian alun-alun tugu via blog.ub/idhamaya | ilovemlg

Awalnya hanya taman bundar yang dibentuk oleh gubernur belanda Jenderal Jaan Pieter Zoen Coen. Kemudian, setahun setelah kemerdekaan Indonesia hasil KMB di belanda, masyarakat Malang mendesak untuk merubah struktur pemerintahan daerahnya. Pada saat itu pula diletakkan batu pertama pertanda dibangunnya Monumen Tugu yang ditandangani oleh Mr. Soekarno dan A.G. Suroto. (by mediacentermalang)
Sudah 7 ya?
Malang itu kota indah dan bersejarah, dan syukur beberapa peninggalan sejarah masih kita temui baik di museum kota malang, ataupun bangunan-bangunan kuno saksi bisu yang bertebaran di jalanan kota malang. Semoga masih tetap terjaga hingga anak, cucu, cicit kita nanti, terutama bahasa ngalam e ker…… kudu diajari cek Itreng….. yo gak?
Jika ada informasi yang kurang tepat, tim ilovemlg menerima masukan dan me mohon maaf atas kesalahan informasi tersebut. Nantikan info 7 ala ilovemlg disetiap minggunya ya ker, dan pantengin terus ilovemlg tiap harinya untuk informasi terbaru tentang malang.